Sabtu, 30 Maret 2013

Air Mengucur Deras

Sebelum dunia ini tenggelam dalam begitu banyak 'rekayasa ekonomi' tingkat tinggi, situasinya lebih mudah dipahami. Simpel. Dan lewat kesederhanaan tersebut, orang-orang bisa menemukan sendiri wisdom, pemahaman baik, meyakininya, menggigitnya, dan hidup sepanjang masa dengannya.

Tulisan ini akan bicara tentang apa dengan paragraf pembuka seperti itu? Iya, tentang air mengucur. Ada yang alirannya deras tak terbilang, tumpah ruah. Ada yang menetes saja, hanya cukup untuk diminum sendiri, dengan berhemat dan menahan diri tentunya. 

Tulisan ini akan bicara tentang apa dengan dua paragraf pembuka seperti ini?

Tentang rezeki. Darimana datangnya rezeki manusia? Darimana sumber hakiki nafkah untuk memenuhi kebutuhan manusia? 

Pemburu, adalah jenis pekerjaan pertama di muka bumi. Orang-orang gagah berburu binatang untuk dimakan. Itu benar, semakin pandai seorang pemburu, maka semakin tinggi kemungkinan dia memperoleh hewan buruan. Semakin rajin dia menjelajah, maka semakin besar persentase membawa pulang daging lezat. Tapi mau sejago apapun dia, rezekinya tergantung kasih sayang Tuhan. Binatang liar itu hidup karena kasih sayang Tuhan, dan bisa ditangkap oleh pemburu, jelas karena kasih sayang Tuhan. Nelayan juga pemburu, hanya berbeda tempat buruan. Di laut, dan menggunakan peralatan yang lebih rumit. Berapa ikan yang akan mereka bawa pulang? Seberpengalaman apapun seorang nelayan, maka jawabannya, tergantung kasih sayang Tuhan.

Petani, juga adalah jenis pekerjaan mula-mula di muka bumi. Bercocok tanam merpakan evolusi panjang peradaban manusia. Kita mengenal musim, mengenal iklim, kita mengetahui bibit, penyemaian, pupuk, hama, teknologi pertanian lainnya. Itu benar, semain ahli seseorang bertani, maka kemungkinan hasil panennya melimpah juga besar. Semakin tekun, semakin dekat dengan kesuksesan bertani. Tapi jangan lupa, yang menumbuhkan padi hingga berbuah adalah kasih sayang Tuhan. Manusia tidak akan pernah bisa melakukannya. Yang membuat padi berbulir lebat atau sedikit, juga kasih sayang Tuhan. Pun yang menentukan ada atau tidaknya hama, banjir, dan hal-hal yang mencegah terjadinya panen, juga kasih sayang Tuhan.

Maka, pemahaman yang sama berlaku bagi penambang, mengumpulkan isi perut bumi. Mengeduk emas, timah, batu koral, pasir, apa saja dari kasih sayang alam. Juga penyadap getah, pengambil madu, juga sama bagi tukang bangunan, tukang kayu, tukang jahit, dan tukang-tukang lainnya, itu turunan kesekian dari pekerjaan sebelumnya. Semua rezekinya tergantung dari alam sekitar, dan jelas alam sekitar adalah bentuk kasih sayang Tuhan paling terlihat.

Petani yang benar-benar paham hakikat menjadi petani, akan tumbuh dengan pemahaman hebat. Itulah yang sering kita lihat pada orang tua kita dulu yang meski hanya jadi petani, tapi nasehatnya membekas hingga kapanpun. Juga nelayan yang sebenar-benarnya nelayan, amat paham kebijaksanaan ini, mereka yakin bahwa rezeki datangnya dari kasih sayang Tuhan--meski ada yang bablas, menerjemahkan Tuhan itu dalam bentuk kekuasaan mistis dangkal. 

Nah, lantas PNS itu rezekinya dari mana? Karyawan swasta rezekinya dari mana? Artis rezekinya dari mana? Broker saham? Koki restoran? Apoteker? Dokter? Penulis? Bukankah tidak terlihat langsung keterlibatan kasih sayang alam di sana? Apalagi yang memiliki penghasilan tetap, pasti dapat gaji sekian setiap bulan? Di mana keterlibatan Tuhan di sana? Kan pasti dapat gaji, berbeda dengan nelayan yang belum tentu. Apalagi profesi yang terlihat keahliannya, bukankah karena dia memang menguasai ilmu tersebut maka dia bisa memperoleh rezekinya? Di mana keterlibatan Tuhan?

Jawabannya absolut: sama, sumber rezekinya dari kasih sayang Tuhan.

Saya tidak akan menjelaskannya panjang lebar karena dengan segera tulisan ini menghilangkan kesempatan orang-orang untuk berpikir, merenungkannya. Silahkan dipikirkan saja. Sungguh apapun pekerjaan kita, sumber rezekinya dari kasih sayang Tuhan. Saya hendak menutup tulisan ini dengan sesuatu kenapa tulisan ini dibuat. 

Bahwa, orang-orang yang meyakini rezekinya datang dari kasih sayang Tuhan, maka dia akan selalu bekerja sungguh-sungguh berharap Tuhannya melihat--dan tentu saja memang melihat-- kemudian ridho padanya. Tidak ada kamus untuk membuang-buang waktu, bermalas-malas, apalagi zalim, mengkhianati amanah atas pekerjaan yang diberikan padanya. Tidak datang terlambat, tidak keluyuran pas jam kerja, dan tidak bersantai ria mencuri waktu dengan sesuatu yang jelas tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, termasuk internetan. Bagaimana mungkin kita berharap kasih sayang Tuhan, jika kita mengkhianati begitu banyak prinsip kebaikan.

Bahwa, orang-orang yang meyakini rezekinya datang dari kasih sayang Tuhan, maka dia selalu bersyukur, alhamdulillah, sudah punya pekerjaan, alhamdulillah kantornya bagus, kursinya bagus, mejanya bagus. Coba tengok orang-orang di luar sana, tempat bekerjanya bau, pengap, dan tidak sehat. Apalagi di luar sana, malah ada yang susah payah menanggung beban karena tidak punya pekerjaan. Bersyukur akan membuat dia selalu menjaga diri, lagi-lagi tidak mengkhianati pekerjaannya.

Dan terakhir, bahwa orang-orang yang meyakini rezekinya datang dari kasih sayang Tuhan, maka jelas, astagfirullah, bagaimana mungkin tega menyuap, menyogok demi memperoleh pekerjaan itu? Menyingkirkan orang lain? Kalaupun dia pedagang, maka bagaimana mungkin dia menipu pembelinya? Berdusta? Kalaupun dia dengan profesi2 lainnya, bagaimana mungkin menggunakan jalan yang jahat dan kejam sekali untuk memperoleh rezeki tersebut? Di mana letak kasih sayang Tuhannya?

Maka, my dear anggota page, percayalah bahwa rezeki itu datang dari kasih sayang Tuhan, dengan demikian, semoga kita semua sungguh terhindar dari tabiat kecil yang meski terlihat ringan, jelas-jelas zalim dan dosa. Semoga. Saya penulis, hanya bisa menggunakan kalimat-kalimat untuk membuat orang lain paham, satu dua digunakan kalimat yang tegas penuh ketegasan, satu dua dengan perumpamaan dan cerita lemah lembut. Tapi hanya itulah yang bisa saya lakukan, sekadar tulisan, kalianlah yang bisa membuatnya kongkret. 

by : Tere Liye

Jumat, 25 Januari 2013

KENAPA HARUS KAMU ?


Jatuh cinta memang tidak bisa direncanakan. Kapan, kepada siapa, dan bagaimana hasilnya. Jadi, kemungkinan cinta itu jatuh di tempat yang salah, pasti ada.

Seperti halnya aku, sekarang, malam ini. Aku berbeda dari malam-malam sebelumnya, malam ini terlihat lebih diam, lebih tak berfungsi.

Aku tulis sebaris kalimat di atas selembar kertas.
"Kenapa harus kamu?"

Aku punya hati, aku punya perasaan. Dan itu buat kamu.
Aku punya rindu, aku punya rasa ingin bertemu. Dan itu punya kamu.

Kenapa harus kamu... Kenapa harus kamu...

Ya Tuhan. Apa hati ini salah memilihnya? Apa hati ini tak pantas jika bersamanya?
Mencintai orang yang salah tak pernah ada di pikiranku sebelumnya. Sebegitu menyakitkannya perasaan ini jatuh kepada orang yang tidak tepat.

Aku jatuh cinta padanya. Pada seseorang yang tak kusangka sebelumnya. Sosok dia yang hadir, dia yang datang tanpa permisi. Kenapa harus kamu...

Ah, sudah. Semakin aku cari jawabnya, semakin sakit rasanya.

Aku percaya, itu akan indah pada waktunya, Tuhan yang tahu jawabnya.:')

@Misteeerius

Kamis, 10 Januari 2013

Tentang Masa Lalu

Ini cerita tentang masa lalu, masa lalu yang  masih gt2 aja..datang tiba2, pergi sesukanya..
Semua pasti pernah ngerasain kangen sama pasangannya,..
ya walaupun itu ngerasa yg hrs mereka lakuin..

Masa lalu cukup cukup dijadiin pelajaran aja...gaperlu dijadiin beban..
Mantan...
semua pasti punya mantankan?
iya itu masa lalu....

Sosok dia yang dulu kamu kangenin sekarang dmn?
Sosok dia yg dulu kamu bangga2in sekarang lagi ngapain?
Sosok dia yg dulu km sayang kamu cinta sekarang lg sm siapa?
Kamu ga tau kan??
Iyaaa...kamu bukan siapa2nya lagi...dan mungkin kamu udah ga berhak buat tau tentang dia lagi..

Lalu kemana sosok dia yang kamu percaya dan kamu anggep mengerti kamu sepenuhnya..??

Dia udah ga ada..

Pernah ga sih ngerasain kangen dikangenin sama dia..
Kamu masih kangen..tp dia lebih bahagia sm yg lain..apa ga sakit?
Pernah gasih ngerasain pengen bareng2 lagi sama dia..
kamu masih berharap tp dia udah bodo amat..apa ga sakit?
wajar sih kalo kamu masih sering inget tantang dia..

Inget cara dia ngebahagiain kamu..
Cara bikin kamu ketawa..
Ngambeknya dia waktu kamu cuekin..
Diemnya dia waktu kangen sm kamu..
Diemnyadia waktu lagi marah..
Kamu masih ingetkkan??

Yaudah..kamu tau kok mana yg nyakitin mana yg engga
Kamu inget dia udah nyakitin ngapain masih dilakuin..

Satu pesen dari gue..

"Gak ada manta yg ga nyakitin" dan "Ga ada mantan yg ga bs buat dilupain"...
@misteeerius

Sabtu, 01 Desember 2012

Yang kutau itu cinta

Kamu…

Seseorang biasa yang menjadikan keseharianku luar biasa
Kamu datang dan hadir di saat aku takut untuk merasakan apa itu jatuh cinta
Karena sebelumnya aku lahir dalam sepi, sendiri, dan nggak tau apa itu cinta
Dan  adanya kamu, mengajarkan aku berbagai hal.
Kamu mengajarkan aku tentang takut. Takut kehilangan seseorang yang benar benar aku sayang
Dan kamu juga mengajarkan aku tentang bahagia. Bahagia dengan meniadakan ketidakpercayaan di antara kita
Tapi… Jika suatu saat nanti harus ada kata berpisah, aku cuma pengen kamu tau, rinduku cuma satu, dan itu punya kamu.
Jika suatu saat nanti harus ada kata “kita gak bisa sama sama lagi”, aku cuma pengen kamu inget, kita pernah sama sama saling merasakan apa itu bahagia.
Kita juga pernah sama sama saling percaya meniadakan kata kata mereka yang pernah berusaha menjauhkan kita
Dan… Jika suatu saat nanti kita benar benar harus berpisah, tetap yakin kita gak pernah benar benar merasa sendiri, sepi dan sunyi.
Karena kita saling mengajari arti cinta.
Saling menguatkan, kalau kita harus berdamai dengan rasa takut
Takut kehilangan, atau takut untuk jatuh cinta lagi.

Minggu, 25 November 2012

Bola Kehidupan

Bayangkan hidup itu spt pemain akrobat dgn empat bola di udara.
Kita bisa menamai bola-bola itu dgn sebutan:

- PEKERJAAN
- KELUARGA
- KESEHATAN
- SAHABAT

Kita hrs menjaga semua bola itu tetap diudara & jgn sampai ada yg terjatuh.

Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu diantara empat bola tsb, lepaskanlah "PEKERJAAN" krn pekerjaan adalah BOLA KARET.

Pd saat anda m'jatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali. Namun tiga bola lain spt KELUARGA, KESEHATAN & SAHABAT adalah BOLA KACA. Jika Anda m'jatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal...!

Marilah kita hidup scr seimbang. Jgn sampai kita t'lalu m'jaga pekerjaan (BOLA KARET). Apalagi sampai kita mengorbankan KELUARGA, KESEHATAN & SAHABAT demi menyelamatkan BOLA KARET tsb.

- Demi uang & pekerjaan, kita mengabaikan keluarga.
- Demi meraih sukses dlm pekerjaan, kita tdk m'perhatikan kesehatan.
- Demi uang & pekerjaan, kita rela m'hancurkan hub dgn sahabat baik.

Bkn brarti pekerjaan tdk penting, ttp jgn sampai uang & pekerjaan menjadi "BERHALA" dlm hidup kita....!!!
Ingat, walaupun kita kehilangan uang, slalu bisa dicari lagi. Tapi jika keluarga sdh "TERJUAL", ke mana kita bisa membelinya lagi...?
Apakah kita bisa m'beli SAHABAT...?
Apakah KESEHATAN kita bisa kembali normal, jika kita t'kena penyakit kritis...?

Mari kita jaga agar prioritas hidup ttp seimbang...!!! Tetap semangat, jaga keluarga, jaga kesehatan & jaga persahabatan anda....