Selasa, 30 April 2013

Kau melengkapi hidupku?

Bagi pemuda-pemudi, suka sekali menggombal kepada orang yang disukainya, bilang: "kau membuat hidupku lengkap"; atau dengan gaya bahasa lain: "aku mencari potongan dalam hidupku, kau adalah potongan yang membuatnya utuh", atau dengan kalimat2 gombal sejenis lainnya.

Saya tidak tahu sejarah kalimat2 gombal tersebut, siapa yang pertama kali menemukannya. Entahlah. Dan saya tidak sedang ingin membahas hal tersebut meski banyak novel dan tulisan tere liye membahas tentang perasaan.

Nah, bicara lengkap melengkapi, yang saya tahu, dan yg hendak dibahas dalam catatan pendek ini, bahwa di agama kita, juga ada hadist yang berbunyi--yang jelas tidak gombal: "”Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.” HR Baihaqi

Jadi menarik, bukan? Karena itu artinya ketika seseorang menikah, maka dia telah melengkapi setengah agamanya, dan ditambah dengan bertakwa kepada Allah, genap sudah setengah yang lainnya.

Menikah? Tentu saja hanya dan hanya dalam urusan menikah, Kawan. Repot urusan kalau hanya gombal pacaran saja. Tidak masuk akal jika pacaran itu bisa membuat agama kita lengkap. Jadi, buat yang barusaja menikah, fresh, boleh bilang ke pasangannya, "Kau telah membuat agama lengkap setengah, Sayang. Dan dengan kita sama2 bertakwa kepada Allah, lengkap sudah setengah lainnya.", atau bilang "Kau adalah potongan yang kucari selama ini yang membuat agama lengkap setengah, dan dengan bertakwa kepada Allah, lengkap sudah setengah lainnya."

Itu baru pol kalimat so sweet-nya


-Tere Liye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar