Tulisan ini untuk main-main saja, tidak serius--saya nulisnya saja
sambil cengar-cengir, tidak pakai landasan ilmiah apalagi hingga riset
lama. Nah, ditulis, agar banyak orang realized, menyadari begitu
beragamnya pekerjaan rumah yang boleh jadi kita tinggal terima beres
saja. Semoga dengan membaca tulisan ini, jadi ngeh, kalau semua pekerjaan
rumah itu penting dan pantas diapresiasi. Kabar baiknya, karena saya
tidak suka menggurui orang lain, memaksa kalian, catatan akan saya tulis
dengan pendekatan berbeda.
Topik tulisan ini adalah: jika kita
sejak kecil sudah dibiasakan mengerjakan sebuah pekerjaan rumah, maka
kelak, kita akan jadi pribadi seperti apa?
1. Mencuci piring
--Kalau dia cewek, maka kelak saat tumbuh besar, dia akan jadi gadis
yang anggun. Anak cewek usia 5-6 tahun, terampil mencuci piring, mulai
dari membuang sisa makanan, menyiramnya dengan air, disabun, dibasuh,
lantas mengeringkannya, disusun di rak piring, itu simbol betapa
anggunnya kelak saat dia menjadi wanita dewasa. Kalau dia cowok, maka
kelak akan jadi pemuda yang penyabar. Mencuci piring itu pekerjaan yang
butuh kesungguhan bukan? Orang2 habis makan tinggal pergi, eh kita
disuruh cuci piringnya. Maka, para cowok yg sejak kecil terbiasa disuruh
mencuci piring, adalah laki-laki yang pantas dipertimbangkan sebagai
calon suami. Dia type suami yang penyabar.
2. Mencuci dan menyetrika pakaian
--Berlaku untuk dua-duanya, cowok dan cewek. Anak-anak yang sejak kecil
dibiasakan bertanggungjawab mencuci dan menyetrika pakaian sendiri,
atau bahkan mencuci pakaian seluruh keluarga, akan tumbuh jadi anak yang
disiplin dan paham tentang pengorbanan. Tidak mudah loh mencuci pakaian
sendiri. Banyak yang suka ditumpuk2 dulu pakaiannya, kelupaan direndam,
sampai bau, maka melihat anak-anak yang sejak kecil sudah terampil
mencuci pakaian, itu sama saja dengan melihat calon pemuda-pemudi masa
depan yang tangguh. Apalagi menyetrika, itu menghabiskan banyak waktu,
belum lagi hanya untuk tahu, disetrika rapi-rapi nanti-nanti juga lusuh
lagi saat dipakai. Bagaimana kalau anak2nya bahkan semangat mau mencuci
baju-baju tetangga? teman2nya? Kalau yang ini, bisa dipastikan, bakal
sukses besar kalau dibuatkan bisnis laundry.
3. Menyapu dan mengepel rumah
--Kalau cewek, ini jelas akan tumbuh jadi gadis yang gesit dan cekatan.
Kalau cowok, saat dewasa nanti akan tumbuh jadi pemuda yang bisa
diandalkan, semua pekerjaan yang diberikan padanya akan beres. Nah, mau
cewek atau cowok, anak-anak yang sejak kecil dibiasakan menyapu dan
mengepel rumah, pasti akan tumbuh jadi anak yang cerdas, memakai
logikanya dan sistematis. Kalian tahu, lulusan sarjana sekalipun, kalau
tidak pernah mengepel lantai, maka dia akan kagok, dan lupa logika bahwa
ngepel itu harus mundur. Logika, bukan?
4. Memasak
--
Wuah, anak2 cowok yang sejak kecil dibiasakan masak, besok lusa akan
punya istri cantik jelita. Nah, ibu-bapak, kalau mau punya menantu
cantik, anak bujangnya diajari masak, ya. Kalaupun ternyata rumus ini
gagal--dan sy jelas ngarang saja, setidaknya di rumah akan ada koki
kecil yang bisa diandalkan. Semua wanita suka dengan cowok yg pandai
masak. Sementara kalau anak cewek yang dibiasakan masak sejak kecil,
sama, besok lusa juga akan punya suami yang tampannya pol, plus baik
hati. Ditambah bonus, disayang anak2nya. Jadi membiasakan anak-anak
masak sejak kecil, adalah strategi paling mudah untuk memperbaiki
keturunan.
5. Menyikat kamar mandi
--Bukan main, kalau dia
cowok, maka sungguh beruntung Bapak/Ibu yg punya anak demikian. Kelak
kalau sudah besar, dia berbakat jadi pemimpin semacam gubernur DKI
Jakarta yg rendah hati dan suka mendatangi orang2 kecil itu. Tanya saja
sama beliau, waktu kecil pasti rajin menyikat kamar mandi. Nah, kalau
dia cewek, dia akan tumbuh jd ibu yang sayang dgn anak2nya, menjaga
keluarganya, dan bisa selalu menjaga amanah. Apa hubungannya menyikat
kamar mandi dgn hal2 tersebut? Cobalah menyikat kamar mandi, toilet,
dsbgnya, maka akan paham sendiri. Ilmu ini hanya bisa dipahami jika
dipraktekkan.
Kurang lebih demikian. Maka adik2 remaja atau
juga orang2 dewasa di page ini, bersyukurlah selalu jika keluarga kita
berkecukupan dan kita tdk perlu melakukan hal ini semua--sebab ada yg
sudah membereskannya. Tapi se kaya apapun keluarga kita, se makmur
apapun orang tua kita, kita selalu bisa memilih utk bisa bekerja di
rumah, mengurus pekerjaan rumah. Jangan sebaliknya, sudah orang tuanya
ngos-ngosan cari nafkah, kita susaaaahnya minta ampun disuruh ngepel.
Lebih sering ribut minta pulsa biar bisa facebookan, internetan, dan itu
tuh.
-Tere Liye
Minggu, 07 April 2013
Selasa, 02 April 2013
10 SIFAT WANITA DIRINDUKAN PRIA
1. LEMAH LEMBUT
Coba perhatikan cara wanita berbicara kepada teman-temannya. Apakah
dia selalu suka bernada keras, teriak-teriak, atau malah sopan dan
selalu lembut dalam berkata-kata? Ciri-ciri inilah yang mencerminkan di
mana cara seorang wanita akan berbicara kepada seorang pria dan
keluarganya kelak.
2. HEMAT
Pria mana yang mau punya
wanita bermaterialistis? Nanti kalau kau sudah berkeluarga dengan
wanita tersebut, dia akan menghabiskan uang untuk belanja baju-baju yang
tidak perlu. Coba perhatikan dari cara dia menghabiskan uangnya
sekarang. Apakah dia termasuk orang yang hemat, pelit, atau hura-hura?
3. PENUH PERHATIAN
“Kok dia bisa ingat dengan ulang tahun orang tuaku?” ujar kamu. Itu
adalah pertanda bagus. Dia benar-benar perhatian akan hal-hal kecil
seperti itu. Padahal, kalian belum menikah. Sehabis kamu pulang kerja,
makananpun sudah tersedia. Saat kamu sedang sakit, dia memasakan bubur
untuk kamu. Hal-hal kecil seperti itulah yang akan membantu dan
memperkuat hubungan kamu. Bukankah Cowok juga memang suka diberi
perhatian lebih dari si Cewek?
4. PENYABAR
Kamu telat
untuk kencan dengan si Cewek tapi si Cewek tidak marah sama sekali saat
kamu datang dan dia sudah menunggu 25 menit kelaparan. Kenapa sabar itu
ciri-ciri yang baik? Coba pikirkan kalau Anda sedang dalam situasi apa
saja yang berbau negatif; kesabaran itu akan membantu suasana itu tidak
menjadi lebih buruk. Coba bayangkan Anda sedang kencan dengan Cewek yang
tidak sabar. Sedikit-sedikit dia marah karena kamu tidak tepat waktu,
berbuat sedikit kesalahan. Kencan yang seharusnya senang-senang malahan
menjadi pengalaman buruk.
5. SEDERHANA
Perhatikan
apakah si Cewek kamu suka berlebihan di depan teman-temannya. Apakah
dia suka memamerkan tas baru yang baru dia beli hari itu juga? Orang
yang suka pamer dan tidak sederhana menunjukan kalau si Cewek itu tidak
percaya diri; ada kekurangan yang dia punya dan ingin menutupinya dengan
memamerkan sesuatu yang lebih dari dia. Ini sifat yang tidak bagus
untuk para Cowok.
6. JAGA KECANTIKAN
Tidak berarti
Cewek itu harus tampil cantik, tapi menjaga kecantikan itu juga berarti
itu Cewek tahu bagaimana caranya menjaga dan merawat dirinya sendiri.
Jikalah Anda sedang berkencan dengan dia, perhatikanlah “make-up” yang
dia pakai. Apakah terlalu berlebihan sehingga menarik perhatian
orang-orang lain di sekitar anda? Apakah dia memakai rok mini yang
berlebihan? Jaga kecantikan itu berarti menjaga penampilan secukupnya
dan sewajarnya di saat dan tempat yang benar.
7. DEWASA & BIJAK
Cowok suka dengan Cewek yang bijaksana dan bersikap dewasa. Di saat
kesusahan, Cowok akan membutuh bantuan dari seorang Cewek yang dewasa
dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
8. TAAT BERAGAMA
Agama adalah salah satu pegangan hidup untuk kita manusia. Taat kepada
agama juga menunjukan kalau si Cewek akan taat terhadap kamu. Bukan
berarti kamu bisa semena-mena terhadap dia dan menyuruh si Cewek untuk
menuruti apapun yang kamu mau, tapi taat beragama menunjukan bahwa si
Cewek juga mempunyai prinsip hidup yang baik dan yang dia tekuni.
9. KEIBUAN
Cewek kalau senang bermain dengan anak kecil, bisa menggendong bayi,
menunggu mereka tidur, dan sebagainya. Inilah tanda-tanda dari Cewek
yang bisa kamu bayangkan saat mereka menjadi istri kamu. Dia akan
menjadi seorang ibu yang pandai di dalam rumah tangga.
10. TABAH & MAU KERJA KERAS
Inilah salah satu ciri-ciri dari Cewek yang agak susah dicari. Mengapa?
Cewek sudah terbiasa dengan tradisi di mana Cowok yang mencari uang. Di
masa-masa sulit, Cewek biasanya tidak terbiasa untuk bekerja keras
untuk keluarga. Jikalau kamu sudah menemukan Cewek yang tabah menderita
dan mau bekerja keras, hargailah dia... Wallahu a'lam.
Sabtu, 30 Maret 2013
Air Mengucur Deras
Sebelum dunia ini
tenggelam dalam begitu banyak 'rekayasa ekonomi' tingkat tinggi,
situasinya lebih mudah dipahami. Simpel. Dan lewat kesederhanaan
tersebut, orang-orang bisa menemukan sendiri wisdom, pemahaman baik,
meyakininya, menggigitnya, dan hidup sepanjang masa dengannya.
Tulisan ini akan bicara tentang apa dengan paragraf pembuka seperti itu? Iya, tentang air mengucur. Ada yang alirannya deras tak terbilang, tumpah ruah. Ada yang menetes saja, hanya cukup untuk diminum sendiri, dengan berhemat dan menahan diri tentunya.
Tulisan ini akan bicara tentang apa dengan dua paragraf pembuka seperti ini?
Tentang rezeki. Darimana datangnya rezeki manusia? Darimana sumber hakiki nafkah untuk memenuhi kebutuhan manusia?
Pemburu, adalah jenis pekerjaan pertama di muka bumi. Orang-orang gagah berburu binatang untuk dimakan. Itu benar, semakin pandai seorang pemburu, maka semakin tinggi kemungkinan dia memperoleh hewan buruan. Semakin rajin dia menjelajah, maka semakin besar persentase membawa pulang daging lezat. Tapi mau sejago apapun dia, rezekinya tergantung kasih sayang Tuhan. Binatang liar itu hidup karena kasih sayang Tuhan, dan bisa ditangkap oleh pemburu, jelas karena kasih sayang Tuhan. Nelayan juga pemburu, hanya berbeda tempat buruan. Di laut, dan menggunakan peralatan yang lebih rumit. Berapa ikan yang akan mereka bawa pulang? Seberpengalaman apapun seorang nelayan, maka jawabannya, tergantung kasih sayang Tuhan.
Petani, juga adalah jenis pekerjaan mula-mula di muka bumi. Bercocok tanam merpakan evolusi panjang peradaban manusia. Kita mengenal musim, mengenal iklim, kita mengetahui bibit, penyemaian, pupuk, hama, teknologi pertanian lainnya. Itu benar, semain ahli seseorang bertani, maka kemungkinan hasil panennya melimpah juga besar. Semakin tekun, semakin dekat dengan kesuksesan bertani. Tapi jangan lupa, yang menumbuhkan padi hingga berbuah adalah kasih sayang Tuhan. Manusia tidak akan pernah bisa melakukannya. Yang membuat padi berbulir lebat atau sedikit, juga kasih sayang Tuhan. Pun yang menentukan ada atau tidaknya hama, banjir, dan hal-hal yang mencegah terjadinya panen, juga kasih sayang Tuhan.
Maka, pemahaman yang sama berlaku bagi penambang, mengumpulkan isi perut bumi. Mengeduk emas, timah, batu koral, pasir, apa saja dari kasih sayang alam. Juga penyadap getah, pengambil madu, juga sama bagi tukang bangunan, tukang kayu, tukang jahit, dan tukang-tukang lainnya, itu turunan kesekian dari pekerjaan sebelumnya. Semua rezekinya tergantung dari alam sekitar, dan jelas alam sekitar adalah bentuk kasih sayang Tuhan paling terlihat.
Petani yang benar-benar paham hakikat menjadi petani, akan tumbuh dengan pemahaman hebat. Itulah yang sering kita lihat pada orang tua kita dulu yang meski hanya jadi petani, tapi nasehatnya membekas hingga kapanpun. Juga nelayan yang sebenar-benarnya nelayan, amat paham kebijaksanaan ini, mereka yakin bahwa rezeki datangnya dari kasih sayang Tuhan--meski ada yang bablas, menerjemahkan Tuhan itu dalam bentuk kekuasaan mistis dangkal.
Nah, lantas PNS itu rezekinya dari mana? Karyawan swasta rezekinya dari mana? Artis rezekinya dari mana? Broker saham? Koki restoran? Apoteker? Dokter? Penulis? Bukankah tidak terlihat langsung keterlibatan kasih sayang alam di sana? Apalagi yang memiliki penghasilan tetap, pasti dapat gaji sekian setiap bulan? Di mana keterlibatan Tuhan di sana? Kan pasti dapat gaji, berbeda dengan nelayan yang belum tentu. Apalagi profesi yang terlihat keahliannya, bukankah karena dia memang menguasai ilmu tersebut maka dia bisa memperoleh rezekinya? Di mana keterlibatan Tuhan?
Jawabannya absolut: sama, sumber rezekinya dari kasih sayang Tuhan.
Saya tidak akan menjelaskannya panjang lebar karena dengan segera tulisan ini menghilangkan kesempatan orang-orang untuk berpikir, merenungkannya. Silahkan dipikirkan saja. Sungguh apapun pekerjaan kita, sumber rezekinya dari kasih sayang Tuhan. Saya hendak menutup tulisan ini dengan sesuatu kenapa tulisan ini dibuat.
Bahwa, orang-orang yang meyakini rezekinya datang dari kasih sayang Tuhan, maka dia akan selalu bekerja sungguh-sungguh berharap Tuhannya melihat--dan tentu saja memang melihat-- kemudian ridho padanya. Tidak ada kamus untuk membuang-buang waktu, bermalas-malas, apalagi zalim, mengkhianati amanah atas pekerjaan yang diberikan padanya. Tidak datang terlambat, tidak keluyuran pas jam kerja, dan tidak bersantai ria mencuri waktu dengan sesuatu yang jelas tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, termasuk internetan. Bagaimana mungkin kita berharap kasih sayang Tuhan, jika kita mengkhianati begitu banyak prinsip kebaikan.
Bahwa, orang-orang yang meyakini rezekinya datang dari kasih sayang Tuhan, maka dia selalu bersyukur, alhamdulillah, sudah punya pekerjaan, alhamdulillah kantornya bagus, kursinya bagus, mejanya bagus. Coba tengok orang-orang di luar sana, tempat bekerjanya bau, pengap, dan tidak sehat. Apalagi di luar sana, malah ada yang susah payah menanggung beban karena tidak punya pekerjaan. Bersyukur akan membuat dia selalu menjaga diri, lagi-lagi tidak mengkhianati pekerjaannya.
Dan terakhir, bahwa orang-orang yang meyakini rezekinya datang dari kasih sayang Tuhan, maka jelas, astagfirullah, bagaimana mungkin tega menyuap, menyogok demi memperoleh pekerjaan itu? Menyingkirkan orang lain? Kalaupun dia pedagang, maka bagaimana mungkin dia menipu pembelinya? Berdusta? Kalaupun dia dengan profesi2 lainnya, bagaimana mungkin menggunakan jalan yang jahat dan kejam sekali untuk memperoleh rezeki tersebut? Di mana letak kasih sayang Tuhannya?
Maka, my dear anggota page, percayalah bahwa rezeki itu datang dari kasih sayang Tuhan, dengan demikian, semoga kita semua sungguh terhindar dari tabiat kecil yang meski terlihat ringan, jelas-jelas zalim dan dosa. Semoga. Saya penulis, hanya bisa menggunakan kalimat-kalimat untuk membuat orang lain paham, satu dua digunakan kalimat yang tegas penuh ketegasan, satu dua dengan perumpamaan dan cerita lemah lembut. Tapi hanya itulah yang bisa saya lakukan, sekadar tulisan, kalianlah yang bisa membuatnya kongkret.
by : Tere Liye
Tulisan ini akan bicara tentang apa dengan paragraf pembuka seperti itu? Iya, tentang air mengucur. Ada yang alirannya deras tak terbilang, tumpah ruah. Ada yang menetes saja, hanya cukup untuk diminum sendiri, dengan berhemat dan menahan diri tentunya.
Tulisan ini akan bicara tentang apa dengan dua paragraf pembuka seperti ini?
Tentang rezeki. Darimana datangnya rezeki manusia? Darimana sumber hakiki nafkah untuk memenuhi kebutuhan manusia?
Pemburu, adalah jenis pekerjaan pertama di muka bumi. Orang-orang gagah berburu binatang untuk dimakan. Itu benar, semakin pandai seorang pemburu, maka semakin tinggi kemungkinan dia memperoleh hewan buruan. Semakin rajin dia menjelajah, maka semakin besar persentase membawa pulang daging lezat. Tapi mau sejago apapun dia, rezekinya tergantung kasih sayang Tuhan. Binatang liar itu hidup karena kasih sayang Tuhan, dan bisa ditangkap oleh pemburu, jelas karena kasih sayang Tuhan. Nelayan juga pemburu, hanya berbeda tempat buruan. Di laut, dan menggunakan peralatan yang lebih rumit. Berapa ikan yang akan mereka bawa pulang? Seberpengalaman apapun seorang nelayan, maka jawabannya, tergantung kasih sayang Tuhan.
Petani, juga adalah jenis pekerjaan mula-mula di muka bumi. Bercocok tanam merpakan evolusi panjang peradaban manusia. Kita mengenal musim, mengenal iklim, kita mengetahui bibit, penyemaian, pupuk, hama, teknologi pertanian lainnya. Itu benar, semain ahli seseorang bertani, maka kemungkinan hasil panennya melimpah juga besar. Semakin tekun, semakin dekat dengan kesuksesan bertani. Tapi jangan lupa, yang menumbuhkan padi hingga berbuah adalah kasih sayang Tuhan. Manusia tidak akan pernah bisa melakukannya. Yang membuat padi berbulir lebat atau sedikit, juga kasih sayang Tuhan. Pun yang menentukan ada atau tidaknya hama, banjir, dan hal-hal yang mencegah terjadinya panen, juga kasih sayang Tuhan.
Maka, pemahaman yang sama berlaku bagi penambang, mengumpulkan isi perut bumi. Mengeduk emas, timah, batu koral, pasir, apa saja dari kasih sayang alam. Juga penyadap getah, pengambil madu, juga sama bagi tukang bangunan, tukang kayu, tukang jahit, dan tukang-tukang lainnya, itu turunan kesekian dari pekerjaan sebelumnya. Semua rezekinya tergantung dari alam sekitar, dan jelas alam sekitar adalah bentuk kasih sayang Tuhan paling terlihat.
Petani yang benar-benar paham hakikat menjadi petani, akan tumbuh dengan pemahaman hebat. Itulah yang sering kita lihat pada orang tua kita dulu yang meski hanya jadi petani, tapi nasehatnya membekas hingga kapanpun. Juga nelayan yang sebenar-benarnya nelayan, amat paham kebijaksanaan ini, mereka yakin bahwa rezeki datangnya dari kasih sayang Tuhan--meski ada yang bablas, menerjemahkan Tuhan itu dalam bentuk kekuasaan mistis dangkal.
Nah, lantas PNS itu rezekinya dari mana? Karyawan swasta rezekinya dari mana? Artis rezekinya dari mana? Broker saham? Koki restoran? Apoteker? Dokter? Penulis? Bukankah tidak terlihat langsung keterlibatan kasih sayang alam di sana? Apalagi yang memiliki penghasilan tetap, pasti dapat gaji sekian setiap bulan? Di mana keterlibatan Tuhan di sana? Kan pasti dapat gaji, berbeda dengan nelayan yang belum tentu. Apalagi profesi yang terlihat keahliannya, bukankah karena dia memang menguasai ilmu tersebut maka dia bisa memperoleh rezekinya? Di mana keterlibatan Tuhan?
Jawabannya absolut: sama, sumber rezekinya dari kasih sayang Tuhan.
Saya tidak akan menjelaskannya panjang lebar karena dengan segera tulisan ini menghilangkan kesempatan orang-orang untuk berpikir, merenungkannya. Silahkan dipikirkan saja. Sungguh apapun pekerjaan kita, sumber rezekinya dari kasih sayang Tuhan. Saya hendak menutup tulisan ini dengan sesuatu kenapa tulisan ini dibuat.
Bahwa, orang-orang yang meyakini rezekinya datang dari kasih sayang Tuhan, maka dia akan selalu bekerja sungguh-sungguh berharap Tuhannya melihat--dan tentu saja memang melihat-- kemudian ridho padanya. Tidak ada kamus untuk membuang-buang waktu, bermalas-malas, apalagi zalim, mengkhianati amanah atas pekerjaan yang diberikan padanya. Tidak datang terlambat, tidak keluyuran pas jam kerja, dan tidak bersantai ria mencuri waktu dengan sesuatu yang jelas tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, termasuk internetan. Bagaimana mungkin kita berharap kasih sayang Tuhan, jika kita mengkhianati begitu banyak prinsip kebaikan.
Bahwa, orang-orang yang meyakini rezekinya datang dari kasih sayang Tuhan, maka dia selalu bersyukur, alhamdulillah, sudah punya pekerjaan, alhamdulillah kantornya bagus, kursinya bagus, mejanya bagus. Coba tengok orang-orang di luar sana, tempat bekerjanya bau, pengap, dan tidak sehat. Apalagi di luar sana, malah ada yang susah payah menanggung beban karena tidak punya pekerjaan. Bersyukur akan membuat dia selalu menjaga diri, lagi-lagi tidak mengkhianati pekerjaannya.
Dan terakhir, bahwa orang-orang yang meyakini rezekinya datang dari kasih sayang Tuhan, maka jelas, astagfirullah, bagaimana mungkin tega menyuap, menyogok demi memperoleh pekerjaan itu? Menyingkirkan orang lain? Kalaupun dia pedagang, maka bagaimana mungkin dia menipu pembelinya? Berdusta? Kalaupun dia dengan profesi2 lainnya, bagaimana mungkin menggunakan jalan yang jahat dan kejam sekali untuk memperoleh rezeki tersebut? Di mana letak kasih sayang Tuhannya?
Maka, my dear anggota page, percayalah bahwa rezeki itu datang dari kasih sayang Tuhan, dengan demikian, semoga kita semua sungguh terhindar dari tabiat kecil yang meski terlihat ringan, jelas-jelas zalim dan dosa. Semoga. Saya penulis, hanya bisa menggunakan kalimat-kalimat untuk membuat orang lain paham, satu dua digunakan kalimat yang tegas penuh ketegasan, satu dua dengan perumpamaan dan cerita lemah lembut. Tapi hanya itulah yang bisa saya lakukan, sekadar tulisan, kalianlah yang bisa membuatnya kongkret.
by : Tere Liye
Jumat, 25 Januari 2013
KENAPA HARUS KAMU ?
Jatuh cinta memang tidak bisa direncanakan. Kapan, kepada siapa, dan bagaimana hasilnya. Jadi, kemungkinan cinta itu jatuh di tempat yang salah, pasti ada.
Seperti halnya aku, sekarang, malam ini. Aku berbeda dari malam-malam sebelumnya, malam ini terlihat lebih diam, lebih tak berfungsi.
Aku tulis sebaris kalimat di atas selembar kertas.
"Kenapa harus kamu?"
Aku punya hati, aku punya perasaan. Dan itu buat kamu.
Aku punya rindu, aku punya rasa ingin bertemu. Dan itu punya kamu.
Kenapa harus kamu... Kenapa harus kamu...
Ya Tuhan. Apa hati ini salah memilihnya? Apa hati ini tak pantas jika bersamanya?
Mencintai orang yang salah tak pernah ada di pikiranku sebelumnya. Sebegitu menyakitkannya perasaan ini jatuh kepada orang yang tidak tepat.
Aku jatuh cinta padanya. Pada seseorang yang tak kusangka sebelumnya. Sosok dia yang hadir, dia yang datang tanpa permisi. Kenapa harus kamu...
Ah, sudah. Semakin aku cari jawabnya, semakin sakit rasanya.
Aku percaya, itu akan indah pada waktunya, Tuhan yang tahu jawabnya.:')
@Misteeerius
Kamis, 10 Januari 2013
Tentang Masa Lalu
Ini cerita tentang masa lalu, masa lalu yang masih gt2 aja..datang tiba2, pergi sesukanya..
Semua pasti pernah ngerasain kangen sama pasangannya,..
ya walaupun itu ngerasa yg hrs mereka lakuin..
Masa lalu cukup cukup dijadiin pelajaran aja...gaperlu dijadiin beban..
Mantan...
semua pasti punya mantankan?
iya itu masa lalu....
Sosok dia yang dulu kamu kangenin sekarang dmn?
Sosok dia yg dulu kamu bangga2in sekarang lagi ngapain?
Sosok dia yg dulu km sayang kamu cinta sekarang lg sm siapa?
Kamu ga tau kan??
Iyaaa...kamu bukan siapa2nya lagi...dan mungkin kamu udah ga berhak buat tau tentang dia lagi..
Lalu kemana sosok dia yang kamu percaya dan kamu anggep mengerti kamu sepenuhnya..??
Dia udah ga ada..
Pernah ga sih ngerasain kangen dikangenin sama dia..
Kamu masih kangen..tp dia lebih bahagia sm yg lain..apa ga sakit?
Pernah gasih ngerasain pengen bareng2 lagi sama dia..
kamu masih berharap tp dia udah bodo amat..apa ga sakit?
wajar sih kalo kamu masih sering inget tantang dia..
Inget cara dia ngebahagiain kamu..
Cara bikin kamu ketawa..
Ngambeknya dia waktu kamu cuekin..
Diemnya dia waktu kangen sm kamu..
Diemnyadia waktu lagi marah..
Kamu masih ingetkkan??
Yaudah..kamu tau kok mana yg nyakitin mana yg engga
Kamu inget dia udah nyakitin ngapain masih dilakuin..
Satu pesen dari gue..
"Gak ada manta yg ga nyakitin" dan "Ga ada mantan yg ga bs buat dilupain"...
@misteeerius
Semua pasti pernah ngerasain kangen sama pasangannya,..
ya walaupun itu ngerasa yg hrs mereka lakuin..
Masa lalu cukup cukup dijadiin pelajaran aja...gaperlu dijadiin beban..
Mantan...
semua pasti punya mantankan?
iya itu masa lalu....
Sosok dia yang dulu kamu kangenin sekarang dmn?
Sosok dia yg dulu kamu bangga2in sekarang lagi ngapain?
Sosok dia yg dulu km sayang kamu cinta sekarang lg sm siapa?
Kamu ga tau kan??
Iyaaa...kamu bukan siapa2nya lagi...dan mungkin kamu udah ga berhak buat tau tentang dia lagi..
Lalu kemana sosok dia yang kamu percaya dan kamu anggep mengerti kamu sepenuhnya..??
Dia udah ga ada..
Pernah ga sih ngerasain kangen dikangenin sama dia..
Kamu masih kangen..tp dia lebih bahagia sm yg lain..apa ga sakit?
Pernah gasih ngerasain pengen bareng2 lagi sama dia..
kamu masih berharap tp dia udah bodo amat..apa ga sakit?
wajar sih kalo kamu masih sering inget tantang dia..
Inget cara dia ngebahagiain kamu..
Cara bikin kamu ketawa..
Ngambeknya dia waktu kamu cuekin..
Diemnya dia waktu kangen sm kamu..
Diemnyadia waktu lagi marah..
Kamu masih ingetkkan??
Yaudah..kamu tau kok mana yg nyakitin mana yg engga
Kamu inget dia udah nyakitin ngapain masih dilakuin..
Satu pesen dari gue..
"Gak ada manta yg ga nyakitin" dan "Ga ada mantan yg ga bs buat dilupain"...
@misteeerius
Langganan:
Postingan (Atom)